
Ponorogo – Akakafarma Sunan Giri Ponorogo kembali menggelar kegiatan rutinan istighatsah yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan keagamaan ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya penguatan nilai spiritual di lingkungan kampus.
Istighatsah dan peringatan Isra Mi’raj ini dipimpin langsung oleh Gus Moch. Ikhwanusshofa, pengasuh dari Pondok Pesantren Nurul Qur’an Pakunden, Ponorogo, yang juga menyampaikan tausiyah kepada seluruh peserta. Mengusung tema “Istighosah Isra Mi’raj: Menguatkan Doa, Meneguhkan Iman, Menata Kehidupan”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi keagamaan sekaligus penguatan karakter bagi sivitas akademika Akafarma Sunan Giri Ponorogo.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan istighatsah, dzikir, dan shalawat bersama yang diikuti dengan penuh kekhidmatan. Suasana religius terasa kental ketika seluruh peserta larut dalam doa, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu dan menjalankan tugas akademik.

Dalam tausiyahnya, Gus Moch. Ikhwanusshofa menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak penting dalam sejarah Islam yang sarat dengan pesan spiritual dan nilai kehidupan. Isra Mi’raj tidak hanya mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya shalat sebagai fondasi utama dalam menata kehidupan seorang muslim.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita bahwa doa dan shalat adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi persoalan hidup. Dengan iman yang kuat, kehidupan akan tertata, baik secara spiritual maupun sosial,” ujar gus shofa
Ia juga mengajak mahasiswa sebagai generasi muda untuk menjadikan doa sebagai sandaran, iman sebagai pegangan, dan ilmu sebagai jalan pengabdian. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan dan kehidupan di masa depan harus dihadapi dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Akafarma Sunan Giri Ponorogo sebagai kampus kesehatan yang tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan spiritualitas. Sebagai institusi pendidikan yang bernafaskan nilai-nilai keislaman, Akafarma secara konsisten menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari budaya kampus.
Peringatan Isra Mi’raj di lingkungan perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam membangun budaya religius, memperkuat moralitas, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Hal ini selaras dengan makna Isra Mi’raj itu sendiri, yang menegaskan kewajiban shalat sebagai pilar utama dalam kehidupan umat Islam.
Melalui kegiatan istighatsah rutin dan peringatan hari besar Islam, Akafarma Sunan Giri Ponorogo berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang kesehatan, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh, akhlak mulia, serta kepedulian sosial yang tinggi. Lulusan diharapkan siap mengabdi kepada masyarakat dengan landasan ilmu dan nilai spiritual yang seimbang.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan kampus, kelancaran studi mahasiswa, serta keselamatan dan keberkahan bagi seluruh sivitas akademika Akafarma Sunan Giri Ponorogo. Kegiatan ini sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan di lingkungan kampus.
