Ponorogo, 23 September 2025 – AKAFARMA Sunan Giri Ponorogo menggelar Yudisium ke-XXVII dengan penuh khidmat pada selasa, 23 September 2025. Sebanyak 56 mahasiswa dari Program Studi D3 Analis Farmasi dan Makanan (Anafarma) serta D3 Farmasi dinyatakan lulus dan siap mengabdi di dunia kesehatan.

Acara yang berlangsung di Aula Kampus tersebut dihadiri oleh seluruh civitas akademika. Sejumlah lulusan berhasil meraih predikat cumlaude, menunjukkan dedikasi tinggi selama menempuh studi.

Dalam sambutannya, Direktur AKAFARMA Sunan Giri Ponorogo, apt. Nasruhan Arifianto M.Farm., Klin. menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian para lulusan.

“Prestasi yang telah kalian raih hari ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan doa yang tak henti. Kalian adalah aset bangsa yang sangat dibutuhkan dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, terutama di era disruptif seperti sekarang,” ujar Direktur.

Beliau juga menekankan pentingnya integritas dan kompetensi bagi seorang tenaga kefarmasian. “Gelar yang kalian sandang bukanlah titik akhir, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab besar. Teruslah mengembangkan ilmu, jaga etika profesional, dan jadilah tenaga farmasi serta analis yang tidak hanya cakap secara teknis tetapi juga memiliki integritas dan empati yang tinggi terhadap pasien dan masyarakat,” tambahnya.

Suasana haru dan bangga juga terpancar dari perwakilan mahasiswi Sonya Klaura, menyampaikan mewakili seluruh mahasiswa, mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para dosen, keluarga, dan seluruh staf kampus.

“Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Ada suka, duka, lelah, dan canda tawa yang kami lewati bersama di kampus tercinta ini. Ilmu yang Bapak dan Ibu dosen berikan tidak hanya sebatas teori di kelas, tetapi juga bekal nilai-nilai kehidupan dan tanggung jawab moral. Atas nama teman-teman, kami berjanji akan mengamalkan ilmu ini sebaik-baiknya untuk masyarakat,” tutur Sonya dengan penuh semangat.

Yudisium ke-XXVII ini menandai babak baru bagi 56 lulusan AKAFARMA Sunan Giri Ponorogo. Mereka diharapkan dapat segera terserap di berbagai lapangan kerja, seperti industri farmasi, rumah sakit, laboratorium kontrol kualitas, apotek, dan instansi pemerintah, guna berkontribusi aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.